Konsep Building Rapport

Balai Diklat Keagamaan Jakarta, 14 Juni 2023 sedang berlangsung pembelajaran KB 4 PJJ Revmen berbasis Nilai Revolusi Mental dan Nilai Agama. Pelatihan ini di awali dengan materi yang di sajikan oleh tutor yaitu bapak Ahmad Wildanus, kemudian di lanjutkan dengan penyajian oleh masing-masing kelompok

sebelum penyajian oleh kelompok, tutor menggambarkan sedikit tentang materi KB 4 kemudian dilanjutkan secara detail oleh masing-masing kelompok sesuai dengan tugas yang diberikan.

Kelompok 1 menyajikan tentang konsep dasar building rapport dan 4 teknik building rapport. Berdasarkan hasil diskusi didapat kesimpulan bahwa setiap individu memiliki kebutuhan dasar untuk menjalin hubungan dengan orang lain dalam kehidupan. Komunikasi adalah upaya individu untuk menjaga dan mempertahankan interaksi dengan sesama dan keseriusan dalam komunikasi sering kali ditafsirkan sebagai bentuk kepedulian terhadap lawan bicara, yang dapat mendorong lawan bicara untuk lebih aktif berbicara.

Secara etimologi building rapport terdiri dari dua suku kata yaitu building yang berarti bangunan dan rapport yang berarti hubungan. Jadi dalam konteks komunikasi building rapport dapat diartikan membangun hubungan antara pemberi pelayanan dengan orang yang menerima pelayanan selama proses pelayanan berlangsung.

Adapun secara terminologi pengertian building rapport dapat diartikan sebagai hubungan interpersonal yang harmonis dan memuaskan. Tujuan utama dari teknik building rapport adalah untuk menjembatani hubungan antara pelayan dengan yang dilayaninya, menciptakan saling percaya dan minat mendalam terhadap individu dan masalahnya.

Building rapport adalah proses mengembangkan hubungan yang baik dan saling percaya antara dua individu atau lebih. Ini melibatkan berbagai strategi komunikasi dan interaksi yang dirancang untuk menciptakan ikatan emosional dan keterhubungan yang lebih dalam antara orang-orang tersebut.

Teknik Building Rapport yaitu:

  1. Pacing: Mensejajarkan atau menyamakan diri dengan lawan bicara, misalnya dengan meniru postur tubuh atau ekspresi wajahnya.
  2. Matching: Menyamakan gerakan atau tindakan dengan lawan bicara, seperti menyilangkan tangan atau mengikuti gerakan tubuh yang dilakukan lawan bicara.
  3. Mirroring: Melakukan kesamaan gerakan seolah-olah menjadi cermin bagi lawan bicara, termasuk gerakan tubuh, pola nafas, gerak mata, rona wajah, tinggi rendah suara, dan kecepatan berbicara.
  4. Leading: Mengarahkan lawan bicara dengan melakukan perubahan posisi atau gerakan tubuh secara tiba-tiba, dan melihat apakah lawan bicara mengikuti gerakan tersebut.

Implementasi teknik rapport termasuk memberikan salam yang menyenangkan, menetapkan topik pembicaraan yang sesuai, menciptakan suasana ruangan yang menyenangkan, dan menunjukkan sikap kehangatan.

Dalam memberikan pelayanan, penting untuk mendengarkan dan memahami kebutuhan pelanggan, mengamati perilaku mereka, berpikir dan menghubungkan informasi yang diperoleh, serta menghadirkan senyum untuk menciptakan interaksi yang baik.

Dengan memahami dan mengimplementasikan konsep dasar building rapport dalam pelayanan, diharapkan pelayan dapat menciptakan hubungan yang baik dengan pelanggan, meningkatkan kepercayaan, dan memberikan pelayanan yang berkualitas.

(Dewi Sulistyowati)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *